Ponpes Liqaur Rahmah

Loading

Dakwah di Jalanan: Cara Liqaurrahmah Edukasi Safety Driving

Dakwah di Jalanan: Cara Liqaurrahmah Edukasi Safety Driving

Penyampaian nilai-nilai kebaikan tidak selalu harus dilakukan di atas mimbar atau di dalam ruang kelas yang formal. Liqaurrahmah membuktikan bahwa ruang publik seperti aspal jalanan bisa menjadi tempat yang sangat efektif untuk melakukan syiar kemanusiaan. Melalui program Dakwah di Jalanan, mereka fokus pada isu yang sangat krusial namun sering terabaikan oleh para pendakwah konvensional, yaitu keselamatan berkendara. Upaya edukasi mengenai pentingnya safety driving dikemas dalam balutan pesan spiritual yang mengingatkan bahwa menjaga nyawa adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan.

Angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi alasan utama mengapa Liqaurrahmah turun ke jalan. Mereka menyadari bahwa banyak pengendara yang melanggar aturan bukan hanya karena kurangnya pengetahuan teknis, tetapi karena hilangnya kesabaran dan etika saat berada di balik kemudi. Dakwah yang diusung bukan sekadar soal aturan lalu lintas secara administratif, melainkan tentang bagaimana menghargai hak-hak orang lain di jalan raya. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi secara ugal-ugalan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga berpotensi menzalimi pengguna jalan lainnya.

Dalam praktiknya, tim Liqaurrahmah sering terlihat di titik-titik kemacetan atau lampu merah untuk memberikan pesan-pesan singkat melalui spanduk kreatif atau pembagian stiker berisi doa dan tips berkendara aman. Mereka juga sering mengadakan “ngaji santai” di pangkalan ojek atau komunitas motor. Pendekatan ini sangat efektif karena bersifat persuasif dan tidak menghakimi. Liqaurrahmah menekankan bahwa ketaatan terhadap rambu lalu lintas adalah bentuk nyata dari ketaatan seorang hamba terhadap aturan hidup yang lebih luas. Menghormati lampu merah sama artinya dengan menghormati ketertiban sosial yang dicintai oleh agama.

Materi edukasi safety driving yang diberikan mencakup hal-hal mendasar namun vital, seperti penggunaan helm yang standar, pemeriksaan rutin kondisi kendaraan, hingga larangan menggunakan ponsel saat berkendara. Liqaurrahmah menyisipkan narasi bahwa setiap pengendara memiliki keluarga yang menanti di rumah dengan penuh harapan. Dengan membawa sudut pandang kasih sayang (rahmah), para pengendara diharapkan lebih tersentuh secara emosional untuk lebih berhati-hati. Jalanan yang keras berubah menjadi tempat pengingat akan kasih sayang dan tanggung jawab terhadap sesama.