Ponpes Liqaur Rahmah

Loading

Makan Pagi Idul Fitri: Mengapa Disunahkan Sebelum Shalat?

Makan Pagi Idul Fitri: Mengapa Disunahkan Sebelum Shalat?

Setelah sebulan penuh menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga magrib, tiba saatnya umat Muslim merayakan Idul Fitri. Salah satu tradisi yang sangat dianjurkan atau disunahkan adalah makan pagi sebelum berangkat Shalat Idul Fitri. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki hikmah dan makna yang mendalam sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Alasan utama di balik sunah ini adalah untuk menunjukkan bahwa hari itu bukan lagi hari berpuasa. Setelah berakhirnya bulan Ramadan, umat Islam diperbolehkan dan bahkan dianjurkan untuk kembali makan dan minum di siang hari. Memulai hari raya dengan makan pagi adalah simbol nyata dari berakhirnya kewajiban puasa dan dimulainya hari kemenangan.

Selain itu, makan pagi sebelum shalat Idul Fitri juga merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Setelah diberi kekuatan untuk berpuasa selama sebulan penuh, umat Muslim menunjukkan rasa terima kasih dengan menikmati hidangan di pagi hari raya. Ini adalah perwujudan kegembiraan dan kebahagiaan atas rahmat dan ampunan yang telah diberikan oleh-Nya.

Jenis makanan yang disunahkan untuk disantap sebelum shalat Idul Fitri adalah kurma dengan jumlah ganjil. Rasulullah SAW mencontohkan hal ini dalam beberapa riwayat hadis. Meskipun demikian, jika tidak ada kurma, makan apa saja yang ringan dan halal tetap diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan, untuk sekadar membatalkan “puasa” hari raya tersebut.

Kontras dengan Idul Fitri, pada hari raya Idul Adha justru disunahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat Id. Rasulullah SAW biasanya makan setelah kembali dari shalat Idul Adha, dan disunahkan makan dari sebagian daging kurban yang telah disembelih. Perbedaan ini menunjukkan kekhasan masing-masing hari raya dalam syariat Islam.

Makan pagi sebelum shalat Idul Fitri juga memiliki manfaat praktis. Dengan makan, seseorang akan memiliki energi yang cukup untuk melaksanakan shalat Id, yang biasanya dilakukan di lapangan terbuka dan mungkin diikuti dengan kegiatan silaturahmi yang panjang. Ini membantu menjaga konsentrasi dan kebugaran selama beribadah dan bersosialisasi.

Melaksanakan sunah ini adalah bentuk mengikuti teladan Rasulullah SAW. Setiap sunah yang dicontohkan beliau memiliki hikmah dan kebaikan. Dengan menjalankan makan pagi sebelum shalat Idul Fitri, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga merasakan keberkahan dan kebahagiaan yang lebih mendalam di hari kemenangan.